Mabes Polri Kerahkan DVI, Psikolog, Hingga Personel Korbrimob ke Lokasi Gempa Flores
Ombudsmanindonesia.com, Jakarta – Polri bergerak cepat memperkuat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur. Bahkan, pasukan gabungan dari Markas Besar Polri diberangkatkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Perkuatan tersebut disiapkan untuk mendukung Polda NTT dan Polres jajaran, menghadapi situasi bencana yang berkembang di lapangan. Pengiriman personel tidak hanya menyasar kebutuhan pengamanan, tetapi juga mencakup kemampuan identifikasi korban, dukungan logistik, layanan psikologis, hingga komunikasi publik.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. mengatakan, pengerahan pasukan dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memastikan kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan terpadu.
Rombongan perkuatan dari Mabes Polri terdiri atas 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel Disaster Victim Identification (DVI), tiga personel Staf Logistik (Slog) Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divisi Humas Polri.
Jumlah personel yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan. Setiap unsur yang diberangkatkan kata Johnny, memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Korbrimob disiapkan untuk memperkuat respons dan pengamanan di lapangan. Sementara tim DVI dipersiapkan untuk melakukan identifikasi korban apabila diperlukan.
Adapun personel Slog Polri akan memperkuat dukungan logistik serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama proses penanganan bencana.
Di sisi lain, Biro Psikologi SSDM Polri akan memberikan layanan trauma healing kepada masyarakat terdampak. Pendekatan tersebut dinilai penting karena bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi korban dan masyarakat.
Divhumas Polri beber Johnny, turut diterjunkan untuk memastikan komunikasi publik berjalan secara efektif. Informasi kepada masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berasal dari sumber resmi.
“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” katanya
Seluruh personel Polri yang telah berada di lokasi bencana, diminta Johnny untuk tetap menjaga semangat, sekaligus mengedepankan pendekatan humanis. Sebab, kehadiran anggota di lapangan, tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi hadir secara langsung untuk mendengarkan kebutuhan warga yang terdampak.
“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan,” ujarnya.
Dalam situasi bencana, kata Jhonny, keberadaan polisi tidak boleh hanya dipandang sebagai aparat keamanan. Personel Polri harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang ikut merasakan kesedihan dan kesulitan warga.
“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,”timpalnya.
Pengiriman pasukan gabungan tersebut sekaligus menunjukkan pola penanganan bencana yang mengandalkan pengerahan sumber daya secara terpadu. Setiap kebutuhan di lapangan dipetakan untuk kemudian diperkuat dengan personel dan kemampuan yang sesuai.
Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau perkembangan situasi.
Koordinasi lintas lembaga juga akan dioptimalkan untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas. Pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, pengamanan wilayah terdampak, hingga pemulihan masyarakat diupayakan berjalan cepat dan terintegrasi.
Di tengah kondisi darurat, kehadiran aparat diharapkan bukan hanya menjadi penyangga keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi warga yang tengah menghadapi musibah.
Dengan tambahan kekuatan dari Mabes Polri, jajaran Polda NTT kini mendapat dukungan personel dan kemampuan yang lebih lengkap untuk menghadapi dinamika bencana.
“Seluruh langkah tersebut diarahkan agar penanganan terhadap masyarakat terdampak berlangsung cepat, terpadu, manusiawi, dan berkelanjutan,” tutupnya.(Goms).

































































































































































































































































































































