Dukung Polres Garut Pelihara Harkamtibmas, Ini Pernyataan Sikap Ormas PP, Banser, Hingga Karang Taruna
Ombudsmanindonesia.com,Garut – Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Garut menyatakan komitmen kuat untuk mendukung aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pernyataan sikap itu disampaikan secara terbuka oleh tiga organisasi kemasyarakatan besar, mulai dari Pemuda Pancasila, Barisan Ansor Serbaguna, hingga Karang Taruna Suci.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat peran Polres Garut dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi tindak kejahatan dan kerusuhan sosial di wilayah tersebut.
Ketua Pemuda Pancasila Garut, Delit Suherman, menegaskan organisasinya siap berada di garis depan bersama kepolisian. “Menjaga Garut tetap kondusif bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” kata Suherman, Sabtu (24/04/2026).
Senada dengan Suherman hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Banser Garut, Asep Lukman. Pihaknya kata Asep bakal mengerahkan seluruh kader untuk membantu pengamanan wilayah.
“Tidak ada ruang bagi kejahatan maupun upaya perpecahan. Kami siap mendukung Polres Garut selama 24 jam,”tegasnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Suci, Undang, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial. Keterlibatan pemuda di tingkat desa dan kelurahan beber Undang, menjadi kunci dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan.
“Kami akan memastikan anak muda tidak mudah terprovokasi oleh isu yang menyesatkan,”tampaknya.
Dalam pernyataan sikap bersama, ketiga organisasi tersebut merumuskan empat poin utama. Pertama, mendukung penuh program pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, berperan aktif dalam harkamtibmas melalui kegiatan siskamling, patroli lingkungan, dan edukasi hukum. Ketiga, menjaga serta mengamankan aset negara dan fasilitas publik dari potensi perusakan atau sabotase.
Keempat, memperkuat sinergi lintas elemen masyarakat dengan mengedepankan nilai kearifan lokal Sunda, “Sauyunan Ngajaga Lembur”.
Mereka sepakat bahwa stabilitas keamanan di Garut hanya dapat terjaga apabila seluruh komponen masyarakat bersatu dan saling menguatkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Garut adalah rumah bersama. Menjaganya membutuhkan kebersamaan. Jika ada potensi gangguan kamtibmas, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat setempat,” ujar Delit menutup pernyataan sikap tersebut.(Goms).

































































































































































































































































































































