# Tags
#Peristiwa

Mudahkan Pemohon, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang Hadirkan Layanan Paspor Keliling

IMG-20260820-WA0017

Ombudsmanindonesia.com, Semarang – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menghadirkan Si Semar Paling Paten, akronim dari Imigrasi Semarang Paspor Keliling Pelayanan Kota dan Kabupaten. Layanan paspor keliling itu menyasar ruang-ruang aktivitas masyarakat dan digelar sekitar dua pekan sekali.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, mengatakan layanan tersebut merupakan upaya mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat. Terutama bagi warga yang kesulitan menyisihkan waktu untuk mendatangi kantor imigrasi pada hari kerja.

“Kita dua minggu sekali ikut Car Free Day. Masyarakat yang sedang ikut CFD sangat antusias mengikuti pembuatan paspor,” ujar Ari saat ditemui di kantornya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Ari, layanan keliling itu didukung sekitar 10 personel. Sebagian petugas bekerja di dalam armada Si Semar, sedangkan lainnya memberikan dukungan dari kendaraan berbeda.

Di dalam bus Si Semar Paling Paten, dua petugas disiagakan untuk melayani pemohon. Mereka menangani pemeriksaan dokumen, wawancara, hingga pengambilan foto.

“Di dalam bus ada dua petugas yang standby. Bisa interview, menerima data pemohon yang lengkap seperti KTP, KK, akta kelahiran, ijazah terakhir, dilanjutkan foto. Buku paspornya tetap diambil ke kantor kita,” kata Ari.

Layanan Si Semar dapat digunakan untuk pembuatan paspor baru maupun perpanjangan paspor. Namun, warga tetap harus mengambil buku paspor di kantor Imigrasi Semarang karena proses pencetakan dilakukan di kantor.

“Di Si Semar bisa melakukan pembuatan baru sama perpanjangan. Karena proses cetaknya pun harus di kantor, jadi kita cuma foto di sini, nanti kita bawa ke kantor untuk diproses,” ujarnya.

Ada pula batasan layanan. Pemegang paspor yang kehilangan dokumen tidak dapat menyelesaikan prosesnya melalui Si Semar. Mereka harus datang langsung ke kantor imigrasi untuk menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Perusahaan Prioritaskan Pengusaha Lokal Kelola Limbah, Aksi LSM Dinilai Ganggu Iklim Investasi di KIIC

Armada Si Semar pun tidak hanya mangkal di kawasan CFD Simpang Lima. Kendaraan tersebut dapat berpindah mengikuti agenda pemerintahan maupun kegiatan masyarakat di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang.

Ari mengatakan Si Semar kerap dikerahkan dalam berbagai peringatan hari ulang tahun daerah, kegiatan pemerintah kota dan kabupaten, serta agenda tertentu yang melibatkan masyarakat.

“Selain di Car Free Day di Kota Semarang, di Simpang Lima, Si Semar sering juga mengikuti agenda-agenda, biasanya HUT-HUT kota-kota di bawah wilayah Kantor Imigrasi Semarang. Ada event tertentu, kita berkunjung ke sana, keliling kota dan kabupaten,” tuturnya.

Model pelayanan bergerak itu menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu. Warga tidak harus mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengurus dokumen perjalanan.

Senada dengan Kakanim Imigrasi Kelas I TPI Semarang, hal serupa juga disampaikan oleh Kasi Tikim Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Yaser. Menurut Yaser, keberadaan Si Semar memberi pilihan bagi warga yang hanya memiliki waktu luang pada akhir pekan.

“Kita sangat terbantu sekali. Bagi masyarakat seperti saya yang hanya bisa di hari libur, tanpa datang ke kantor bisa perpanjang paspor saya yang sudah mati,” ujar Yaser.

IMG-20260820-WA0015
Kasi Tikim Imigrasi Kelas I Khusus Semarang, Yaser

Bagi yaser, mobilitas menjadi salah satu kekuatan utama Si Semar. Pelayanan tidak lagi terikat pada satu gedung, melainkan dapat bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Konsepnya kita kan ringkas, dan mobilitasnya cukup lebih dibutuhkan karena bisa bergerak dengan cepat,” katanya.

Jadwal Diburu Lewat Media Sosial
Masyarakat yang ingin menggunakan layanan Si Semar tidak perlu menebak-nebak lokasi armada. Kantor Imigrasi Semarang secara berkala mengumumkan jadwal dan lokasi pelayanan melalui media sosial resminya.

Baca Juga:  Polsek Cikarang Utara Gelar Bazar Pangan Murah, Ringankan Warga Sambut HUT RI ke-80

Informasi itu mencakup wilayah yang akan disambangi hingga agenda pelayanan yang menjadi lokasi kehadiran Si Semar.

“Ini yang pasti selalu kita up di media sosial kita. Bisa di-follow Imigrasi Semarang, itu selalu kita update. Misalkan ada kita mau mengadakan Si Semar Paling Paten di kota apa, di wilayah mana, itu kita selalu update di media sosial kita,” katanya.
Kehadiran Si Semar Paling Paten memperlihatkan perubahan cara pelayanan publik bekerja.

Masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor untuk mendapatkan layanan negara. Sebaliknya, layanan yang bergerak justru mendatangi ruang-ruang tempat warga beraktivitas.

Di tengah kesibukan masyarakat perkotaan, paspor pun kini bisa diurus di sela aktivitas akhir pekan bahkan setelah warga menyelesaikan putaran olahraga di CFD.

Bagi Kantor Imigrasi Semarang, pelayanan yang ringkas, fleksibel, dan bergerak menjadi cara untuk memangkas jarak antara birokrasi dan masyarakat. (Gomes).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *