Borong 21 Medali, Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri Kibarkan Merah Putih di Kanca Internasinal
Ombudsmanindonesia.com, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan pembentukan Komite Olahraga Polri (KOP) sejak 2024 menjadi titik balik pembinaan atlet di lingkungan Korps Bhayangkara. Menurutnya, kehadiran KOP membuat sistem pembinaan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Peresmian KOP dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, pada Mei 2024. Lembaga ini dirancang sebagai wadah resmi untuk menampung, membina, sekaligus menjamin hak-hak personel Polri yang berprestasi di bidang olahraga.
“Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujarnya.
Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri tampil impresif dalam ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 yang digelar di Ohama Arena Sakai, Osaka, Minggu (27/4/2026).
Dalam kejuaraan internasional itu, kontingen Polri yang diperkuat 15 atlet berhasil meraih total 21 medali, terdiri atas 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Raihan tersebut menempatkan tim Polri sebagai juara umum, mengungguli peserta dari berbagai negara.
Dominasi terlihat sejak hari pertama pertandingan. Para atlet Polri unggul di berbagai nomor, baik kategori poomsae maupun kyorugi prestasi. Konsistensi teknik, kekuatan fisik, serta kesiapan mental menjadi faktor penentu keberhasilan mereka di arena.
Sejumlah nama tampil menonjol, di antaranya Bripda Rizky Irma Suryani dan Bripda M. Rizky Prasetya pada nomor poomsae individu, serta Bripda Adrian Kaiser Hakiki dan Bripda Gigih Adhiyodha di nomor kyorugi prestasi putra.
Keberhasilan mereka mempertegas kualitas pembinaan yang dijalankan secara sistematis.
Official tim, M. Rustam Febrianzah, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari latihan intensif, disiplin tinggi, serta kerja kolektif antara atlet dan pelatih.
Dedi menekankan, keberhasilan ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terencana.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolri atas dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan olahraga di tubuh Polri. Dukungan tersebut dinilai menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk terus berprestasi di level internasional.
Dedi menambahkan, keberhasilan ini bukan sekadar capaian institusi, melainkan juga kontribusi nyata dalam mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Ia memastikan KOP akan terus diperkuat sebagai instrumen pembinaan jangka panjang.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan guna melahirkan prestasi-prestasi membanggakan,”timpalnya.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan dalam olahraga taekwondo internasional,
“Sekaligus menunjukkan bahwa institusi Polri mampu bertransformasi tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam pembinaan prestasi olahraga,”tutupnya. (***).

































































































































































































































































































































